Emerald Khatulistiwa

Thursday, November 1, 2012

Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia


Sudah dari jaman dulu Indonesia terkenal dengan hasil rempah-rempahnya, terutama cengkih dari Indonesia Timur adalah yang paling berharga. Sehingga banyak bangsa-bangsa dari manca negara berdatangan ke Indonesia untuk melakukan perdagangan. Kedatangan orang-orang Eropa pertama di kawasan Asia Tenggara pada awal abad XVI kadang-kadang di pandang sebagai titik penentu yang paling penting dalam sejarah kawasan ini.

Salah satunya adalah bangsa Portugis, dengan alasan untuk menguasai impor rempah-rempah di kawasan Eropa, bangsa Portugis mencari daerah kawasan  penghasil rempah-rempah terbaik. Kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah termasuk dalam tanaman rempah-rempah menjadi alasan Portugis ingin menguasai daerah Indonesia sekaligus menguasai pasaran Eropa.

Beberapa di bawah ini adalah orang-orang Portugis yang membawa dampak pada perkembangan kebudayaan dan perdagangan di Indonesia, adalah:

Bartolomeu Dias
( bahasa Inggris: Bartholomew Diaz)
1. Tahun 1487, Bartolomeu Dias ( bahasa Inggris: Bartholomew Diaz) (Algarve,1450- Tanjung harapan 29 Mei 1500) adalah seorang penjelajah Portugis yang berlayar mengitari Tanjung Harapan dan memasuki perairan Samudra Hindia. Raja John II dari Portugal menunjuk dia pada tanggal 10 Oktober 1486 sebagai kepala ekspedisi untuk berlayar mengelilingi ujung selatan Afrika dengan harapan mencari rute perdagangan baru menuju Asia.

Vasco Da Gama 
2. Kemudian pada tanggal 8 Juli 1497 Vasco Da Gama mengitari Tanjung Harapan pada tanggal 22 november, berlayar ke utara menyelusuri pantai timur Afrika. Pada tanggal 20 Mei 1498 Vasco Da Gama sampai di Calicut, kota pusat perdagangan paling penting di India bagian selatan. Arti penting utama perjalanan Vasco da Gama adalah karena dia membuka jalur laut langsung antara Eropa dan India serta Timur Jauh, yang faedahnya bisa turut di rasakan oleh banyak negara.

Dalam jangka pendek, faedah terbesar banyak jatuh pada Portugis. Melalui jalur perdagangan baru ke Timur, negeri yang tadinya melarat ini di pinggiran Eropa yang berbudaya mendadak jadi negeri terkaya di Eropa. Portugis dengan cepat mendirikan koloni-koloni jajahan di seputar samudera Indonesia.

Mereka mempunyai benteng-benteng dan pos-pos serdadu di India, Indonesia, Madagaskar, di pantai timur Afrika dan di banyak tempat lagi. Ini sudah barang tentu merupakan tambahan dari daerah yang mereka kuasai. Orang-orang Portugis berhasil mempertahankan daerah-daerah jajahannya hingga pertengahan abad ke 20.

Pembukaan jalur perdagangan baru ke India oleh Vasco da Gama membawa akibat kemunduran luar biasa untuk para pedagang-pedagang Muslim yang tadinya menguasai jalur perdagangan di Samudera Indonesia. Pedagang-pedagang Muslim ini segera sepenuhnya di kalahkan dan tempatnya di gantikan oleh Portugis. Lebih jauh dari itu, jalur perdagangan lewat darat antara India ke Eropa menjadi tidak berguna karena jalur laut lewat Afrika yang di rintis oleh Portugis jauh lebih murah.

Ini merupakan pukulan pahit baik buat orang-orang Turki Ottoman maupun kota-kota perdagangan Itali (seperti Venesia) yang tadinya menguasai perdagangan Timur. Tetapi bagi Eropa lainnya ini berarti barang-barang dari Timur jauh berharga lebih murah dari pada semula. Akhirnya pengaruh terbesar dari perjalanan Vasco da Gama tidaklah terhadap Eropa atau Timur Tengah, tetapi lebih banyak terhadap India dan Asia Tenggara,termasuk Indonesia.

 Alfonso de Albuquerque 
3. Alfonso de Albuquerque merupakan panglima angkatan laut terbesar pada masa itu. Pada tahun 1503 Albuquerque berangkat menuju India, dan pada tahun 1510 dia menaklukan Goa di pantai barat yang kemudian menjadi pangkalan tetap Portugis. Pada waktu itu telah di bangun pangkalan-pangkalan di tempat-tempat yang agak ke barat, yaitu di Ormuzdan Sokotra.

Afonso de Albuquerque (juga dieja Afonso d'Albuquerque atau Alfonso de Albuquerque; Alhandra, Portugal, 1453 - Goa, 16 Desember 1515) adalah seorang pelaut Portugis terkenal yang berperan dalam pembentukan Pemerintahan Kolonial Portugis di Asia.

Pada bulan November, setelah Malaka aman dan mempelajari lokasi dari "kepulauan rempah-rempah" kemudian rahasia, Albuquerque mengirim sebuah ekspedisi tiga kapal berlayar ke timur untuk menemukan mereka, dipimpin oleh Antonio de Abreu dipercaya dengan wakil komandan Francisco Serrão. Melayu pilot direkrut untuk membimbing mereka melalui Jawa, Kepulauan Sunda Kecil dan Pulau Ambon ke Banda Islands, di mana mereka tiba di awal 1512.

Meriam Jagur, Peninggalan Portugis
Di sana mereka tinggal selama sekitar satu bulan, membeli dan mengisi kapal mereka dengan pala dan cengkeh. António de Abreu kemudian berlayar untuk sementara Amboina Serrão melangkah maju ke Maluku tetapi terdampar dekat Seram. Sultan Abu Lais dari Ternate mendengar tentang mereka terdampar, dan, melihat kesempatan untuk bersekutu dengan bangsa asing yang kuat, membawa mereka ke Ternate tahun 1512 adalah mereka di izinkan untuk membangun benteng di pulau, Fort São João Baptista de Ternate, di bangun pada tahun 1522.

WARISAN BANGSA PORTUGIS DI INDONESIA
Di antara para petualang Portugis tersebut ada seorang Eropa yang tugasnya memprakarsai suatu perubahan yang tetap di Indonesia Timur. Orang ini bernama Francis Xavier (1506-1552) dan Santo Ignaius Loyola yang mendirikan orde Jesuit.

Pada tahun 1546-1547, Xavier bekerja di tengah-tengah orang Ambon, Ternate, dan Moro untuk meletakkan dasar-dasar bagi suatu misi yang tetap disana. Pada tahun 1560-an terdapat sekitar 10.000 orang katolik di wilayah itu dan pada tahun 1590-an terdapat 50.000an orang.

Orang-orang Dominik juga cukup sukses mengkristenkan Solor. Pada tahun 1590-an orang-orang Portugis dan penduduk lokal yang beragama Kristen di sana di perkirakan mencapai 25.000 orang.

Benteng Portugis, Banyumanis, Ujung Batu
kecamatan Keling, kabupaten Jepara Jawa Tengah
Warisan Portugis di Indonesia sebagian besar soal kultural ketimbang politik atau ekonomi. Campuran Portugis Indonesia dan Portugis-India keturunan pemukim asli membentuk komunitas terpisah di kota-kota pesisir banyak Indonesia, dan selama dua abad atau lebih, bentuk acreole dari Portugis adalah lingua franca di Nusantara, banyak kata asal Portugis secara resmi di terima dalam bahasa Indonesia. Misalnya bendera (dari kata bandeira), gereja (igreja), keju (queijo), palsu (falso), renda (renda), sepatu (sapato), dan terigu (trigo). Belum lagi nama-nama tempat, istilah,dan sebagainya di seluruh Nusantara.

6 comments:

  1. Kamu disukai NAUFAL H. anak SPENSASED 7F / 16

    ReplyDelete
  2. KAMU TIDAK DISUKAI

    ReplyDelete
  3. Well this is pretty... interesting? Though this could use a little more information. And it seems like you just summarized from another blog I know... Definitely a no-no. And don't you even use Google Translate to translate this, okay.

    ReplyDelete
  4. i made sure this was english so you couldnt read it and i would have the time of my life by knowing that you don't understand this.

    ReplyDelete
  5. here comes the wizard. the wonderful wizard of oz

    ReplyDelete